Motto

17 Des 2010

Mekanisme koping

I.            MEKANISME KOPING ;
 
1.       REPRESI:
Individu secara tidak sadar menghambat Konflik pikiran, keinginan,  infuls pikiran yang tidak menyenangkan.
Contoh: seorang mahasiswa yang pernah tidak lulus ujian, benar-benar melupakan hal tersebut, walaupun kita mencoba untuk mengingatkannya. 

2.       SUPRESI
Individu secara sadar menghambat konflik fikiran, keinginan, infuls pikiran yang tidak menyenangkan .
Contoh : seorang mahasiswa yang pernah tidak lulus ujian, mencoba melupakan hal tersebut, sehingga apabila kita mencoba untuk mengingatkannya, dia mengatakan “sebaiknya jangan bicarakan hal itu lagi”

3.       REGRESI
Individu menghadapi stress dengan memperlihatkan prilaku yang khas pada masa perkembangan sebelumnya.
Contoh : seorang anak yang baru memiliki adik akan memperlihatkan kembali prilaku mengompol atau mengisap jarinya.

4.       REAKSI FORMASI
Individu bertindak dengan cara yang berlawanan dengan apa yang dirasakannya.
Contoh : seorang anak yang agresif menjadi sangat pendiam ketika dimarahi sama orang tuanya.

5.       IDENTIFIKASI 
Individu menerapkan pola orang lain pada dirinya
Contoh : seorang anak mengikuti cara berpakaian, pola makan dan  pola tidur orang tuanya.

6.       KOMPENSASI
Individu yang tidak memperoleh kepuasaan di bidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasan di bidang lain
Contoh : seorang mahasiswa kurang dalam prestasi akademik, tetapi menonjol dibidang olahraga.

7.       FANTASI
Individu lari dari stress dengan berfokus pada khayalan mental yang tidak realistis, dimana harapannya terpenuhi.
Contoh : individu yang miskin melamun menjadi orang yang kaya raya, dengan memenuhi semua keinginannya.

8.       PROYEKSI :
Melemparkan kekurangan diri sendiri yang tidak dapat diterimanya kepada orang lain.
Contoh :
Ia membenci orang lain, ia mengatakan orang itu benci kepadanya.
9.       SUBLIMASI
Individu yang mengkonversi keinginan dan impuls yang tak dapat diterima menjadi perilaku yang dapat diterima.
Contoh : individu yang agresif disalurkan menjadi petinju.

10.   UNDOING
Individu mencoba menerima kelakuannya yang buruk dengan menebusnya dengan kegiatan yang baik.
Contohnya seorang pedagang yang kurang sesuai dengan etika dalam berdagang akan memberikan sumbangan sumbangan besar untuk usaha social.

11.   DISPLACEMEN
Individu menghindari pengenalan terhadap sumber emosi dengan memindahkan emosi tersebut dari ide orisinil ke ide yang lain.
Contoh: seorang istri marah pada suaminya melampiaskan emosinya kepada anaknya.

12.   DENIAL
Individu berusaha untuk melindungi dirinya sendiri dari hal-hal yang tidak menyenangkan dengan cara melakukan penolakan/penyangkalan terhadap kenyataan yang ada.
Contoh : ibu dari seorang anak yang menderita penyakit terminal tidak mau menerima kalau penyakit anaknya sudah sangat parah.
13.   INTELEKTUALISASI
Individu menyelesaikan masalah berdasarkan intelektualitas untuk menghindari ketidaknyamanan akibat emosi
Contoh : seorang yang kehilangan barangnya yang sangat berharga mengatakan, “sudah nasib”, “bisa beli yang baru lagi”, “tidak apa-apa”.

14.   RASIONALISASI
Upaya individu untuk bahwa prilakunya itu masuk akal (rasional) dan dapat diterima oleh dirinya sendiri ataupun orang lain, dengan mengganti alasan sebenarnya suatu prilaku dengan alasan yang dapat diterima.
Contoh : seorang mahasiswa tidak ikut belajar dengan alasan sakit padahal dia tidak suka dengan mata pelajarannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar