Motto

18 Des 2010

SEJARAH KEPERAWATAN, PERKEMBANGAN DAN KECENDERUNGANNYA

A. SEJARAH KEPERAWATAN DI DUNIA
Hal merawat adalah suatu bentuk aktifitas yg telah ada sejak manusia diciptakan dan mengalami perubahan sesuai dg perkembangan kebudayaan .Tahap-tahap perubahan tsb secara garis besar sebagai berikut :
 
Naluri
Sejak manusia diciptakan, merawat telah ada sebagai suatu naluri.Pada tahap ini, setiap individu mempergunakan akal pikirannya untuk memelihara kesehatannya pada tingkat yg paling sederhana, misalnya menyusui anaknya. Sehingga harapan pd awal perkembangan keperawatan, perawat hrs memiliki naluri keibuan ( Mother Instinct)

Kepercayaan akan adanya roh (animisme)
Pd masa ini manusia percaya bahwa penyakit disebabkan oleh pengaruh roh, baik roh yg terdapat pada manusia yg sudah meninggal maupun pada manusia yg masih hidup, atau yg terdapat di alam sekitar (batu,gunung,sungai,pohon, air dan api).
            Pengobatan dan perawatan orang sakit dilakukan dg cara mengusir roh tersebut oleh para dukung memakai mantera atau alat-alat dr alam (akar-akaran,daun-daunan)

Kepercayaan pada Dewa-dewa
         Pada masa ini manusia percaya bhw penyakit disebabkan oleh kemarahan para Dewa
         OKI Kuil-kuil pemujaan Dewa didirikan sbg tempat orang sakit sakit berkumpul untuk minta kesembuhan (Priest Physician)
         Dg demikian Kuil dpt dianggap sebagai rumah sakit pertama pada Zaman primitif.

Ketabiban      (kurang lebih 14 abad SM)
         Pada masa ini perawatan pasien dg tehnologi yg sedikit lebih maju.
         Pembalutan (pembidaian),higiene umum dan anatomi manusia telah cukup dikenal.
         Ketabiban berkembang di India,Mesir,Yahudi,Tiongkok dan Roma

Diakones dan Philantrop (krg lebih 400 SM)
         Diakones ad. Suatu kelompok yg t/d para wanita tua dan janda yg membantu pendeta dlm melayani dan merawat orang sakit.Laki-laki pada saat itu diberikan tugas dalam memberikan perawatan untuk mengubur bagi yg meninggal. Pelayanan inilah yg nantinya akan menjadi cikal bakal ilmu keperawatan kesehatan masyarakat.
         Philantrop ad.suatu kelompok kasih sayang yg anggotanya menjauhkan diri dari keramaian dunia dan berfokus pada perawatan orang sakit.
         Anggota kelompok ini merupakan tenaga inti dari perawat di rumah sakit pada saat itu.

Pengaruh Penyebaran Agama Islam
         Pada tahun 632 Masehi,agama islam menyebar ke seluruh pelosok dunia
         Agama islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan
         Pada priode ini ilmu kesehatan terutama kedokteran dan keperawatan berkembang dg pesat,terutama di Spanyol,Timur tengah(Arab),Aprika Utara, dan AsiaBarat.
         Lahir tokoh islam dlm keperawatan yaitu Rufaidah.

Perawat-perawat terdidik (600-1583)
         Pada zaman pertengahan muncul berbagai institusi dan lembaga yg mendidik individu menjadi seorang perawat, antara lain di Hotel Dien dan Lion(Perancis) dan kemudian menjadi RS terbesar dan terlengkap di Prancis
         Pd mulanya tenaga terdidik diseleksi oleh rohaniwan yg melakukan perawatan thd orang sakit yg disebut Orang Suci dan orang tobat
         Perkembangan ini dipicu dg adanya perang salib yg menyebabkan merawat menjadi bagian dari tugas keagamaan yg harus dilaksanakan dan tidak dpt dihindari.
         Rohaniawan yg terkenal pada zaman ini St.Fransiscus dari Asisi Italia (1182-1226),seorang tokoh agama yg merawat penderita penyakit lepra(kusta), dimana penyakit ini pd waktu itu dianggap sbg sampah masyarakat dan hidup bersama-sama dg mereka di pengasingan.

Awal Perawat Profesional (abad 18 dan 19)
Ilmu kedokteran dan keperawatan mangalami perkembangan yg cukup pesat pada priode ini.
         Florence Nightingale (1820-1910) adalh seorang wanita yg berperan petg dlm perkembangan ilmu keperawatan.
            Pendidikannya dimulai di Kaiser Werth,Paris pd thn 1850.
         Florence Nightingale merintis kariernya pd tgl 21 oktober 1854 dlm perang Krim(1854-1856) antara Roma dan Turki yaitu membantu para korban akibat perang tsb,kegiatan ini dilakukan di sebuah barak rumah sakit (Skutori) yg berkapasitas 1700 T.Tidur dg sarana yg masih terbatas, namun berkat perawatan yg intensif,angka kematian menurun drastis dari 41/100 menjadi 2/100 dlm waktu 6 bulan.
         Sebagai penghargaan atas keberhasilan Florence Nightingale pd thn 1860 pemerintah setempat memberikan dana kepada Florence untuk mendirikan sekolah perawat yg diberi nama Nightingale Nursing School dan Rumah sakit thomas di London dijadikan sbg lahan praktik.

·         Model Sekolah Perawat Nightingale sbb:
1.      Pembuatan kebijakan dibidang keperawatan bebas dilakukan oleh seorang kepala
2.      perawat, meskipun ia berada di bawah kepala Rumah Sakit.
3.      Sarana berupa asrama bagi peserta didik dikepalai oleh seorang perawat .
4.      Mengutamakan proses belajar mengajar dlm kelas
5.      Tanggung jawab bimbingan thd peserta didik di lahan praktik diberikan kepada
6.      kepala bangsal.


         Florence Nightingale juga menyelenggarakan beberapa kegiatan dlm rangka pengembangan keperawatan yaitu :
 1. Membuat buku catatan perawat yg memuat dasar-dasar  keperawatan bagi pendidikan keperawatan.
    2. Menulis berbagai buku tentang ilmu keperawatan.
    3. Mengadakan latihan P3K danpalang merah untuk para prajurit
    4. Memperbaiki praktik keperawatan di beberapa rumah sakit di Inggris
 5. Menyelenggarakan kegiatan yg berhubungan dg Kesehatan Masyarakat dan   Perkesmas.
    6. Mendirikan himpunan perawat nasional Inggris thn 1887, yg merupakan  perkumpulan  perawat pertama di dunia
    7. Mendirikan himpunan perawat-perawat kepala di seluruh Inggris yg disebut Matron Council Of Nursing pd thn 1894
        Perkumpulan ini semakin lebih kuat sehingga pemerintah Inggris menetapkan sbg
        Profesional Freedom yg kemudian diundang-undangkan pd thn 1919

Masa Pasca Perang Dunia Dua
         Penemuan obat-obatan atau cara-cara untuk memberikan penyembuhan pada pasien dlm tindakan pelayanan kesehtan seperti kuratif,preventif dan promotif dan jg tdp kebijakan negara Amerika ttg peraturan sekolah perawat.
         Sifat pekerjaan perawat yg semula bersifat individu bergeser ke arah pekerjaan yg bersifat Tim
         Pada thn 1948 Perawat diakui sebagai Profesi

Priode tahun 1950
         Keperawatan sudah menunjukkan perkembangan khususnya penataan pd sistem pendidikan, hal itu terbukti di negara Amerika sudah dimulai pendidikan setingkat Master dan Doktoral
         Penerapan proses keperawatan sudah mulai dikembangkan dg memberikan pengetian bahwa perawatan adalah suatu proses,yg dimulai dari pengkajian,diagnose perawatan,perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi.

B. SEJARAH KEPERAWATAN DI INDONESIA

            Seiring dg perkembangan keperawatan di dunia, dunia keperawatan di Indonesia juga mengalami perkembangan. Tahap-tahap perkembangan tersebut sbb :

Penjagaan orang sakit (zieken oppasser)
Sebelum VOC datang ke Indonesia (1602-1799)
Keperawatan di Indonesia masih bersifat tradisional (berdasarkan naluri dan behubungan dengan dukun dan roh).
Setelah VOC masuk ke Indonesia
Didirikan sebuah rumah sakit pertama yg disebut Binnen Hospital (1799). Tenaga perawat diambil dari penduduk pribumi yg bertanggung jawab atas perawatan kustodialpasen (bed-side-care), dan dibagi menjadi dua bagian berdasarkan pekerjaan yg dilakukannya, yaitu kepala rumah tangga/kepala bangsal (binnen vaders/zieken vaders) dan penjagaan orang sakit/juru rawat (zieken oppasser).Tugas penjaga orang sakit meliputi kegiatan domestik seperti :
  • Membersihkan bangsal
  • Memasak
  • Mengontrol pasien
  • Mencegah agar pasien tidak melarikan diri
  • Menjaga pasien yg mengalami gangguan jiwa

Perawat pada masa ini bukan merupakan suatupekerjaan yg bersifat sukarela atau yg memerlukan kemampuan intelektual, melainkan dianggap sebagai pekerjaan yg hanya pantas dilakukan oleh individu yg memiliki derajat sosial rendah, sedangkan tugas pelayanan kesehatan sendiri dilakukan oleh seorang dokter bedah dan pelayanan ini hanya diberikan kepada awak kapal, pegawai dan orang-orang VOC.
Pada tahun1800 dengan dibubarkannya VOC dan diambil alihnya pemerintahan oleh Belanda
 Kondisi kesehatan di Indonesia menjadi merosot tajam. Namun, pada tahun 1808 di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal HW Daendeles (1762-1818) dibangun beberapa rumah sakit di kota Bandung, Semarang, Surabaya dan beberapa rumah sakit kecil di qatnizun. Pada zaman ini sudah mulai diterapkan sistem rujukan, pengelompokan pasien sesuai dg penyakit, dan sanitasi rumah sakit. Tenaga kesehatan pada periode ini dibagi dalam tiga kelas yaitu kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, serta diberi pangkat militer.
Selama penjajahan Inggris (1811-1817)
Usaha untuk mendidik tenaga kesehatan terutama bagi kaum peribumi menjadi perhatian yg besar. Pada tahun 1851 didirikan sekolah kedokteran untuk pribumi (School Voor Inlandsche Gameiskundigen) yg kemudian diubah nama menjadi Stovia, dan sekolah bidan pribumi (School Voor Inlandsche Vroedruuven). Lulusan Stovia disebut ” dokter Jawa ” yang bertugas untuk membantu dokter Belanda. Bidan-bidan bertugas untuk menggantikandukun bayi yg dipandang pemerintah Belanda sebagai individu yg sangat bodoh.

Model keperawatan Vokasional (awai abad 19)
            Dengan adanya misi kedokteran, dimulailah pekerjaan vokasional bagi tenaga perawat pada rumah sakit misionaris yg diawali dg memberikan pelatihan sebagai bagian dari pendidikan keperawatan non formal.

Model keperawatan Kuratif           
            Model keperawatan vokasional berkembang menjadi model kuratif pada thn 1920 dan sangat didukung oleh pemerinthan pada waktu itu di bawah kepemimpinan Gubernur Rafles. Ia mendukung pemberian vaksinasi cacar air dan pengobatan penyakit seksual bagi pribumi. Rafleks juga mengadakan pelatihan bagi para ulama dan tokoh masyarakat di tingkat kabupaten, untuk dilibatkan dalam kegiatan pengobata dan vaksinasi. Kemudian dibentuk departemen khusus untuk menangani vaksinasi cacar berskala nasional. Dan untuk lebih mendukung pelaksanaan vaksinasi, pemerintah melatih tenaga perawat untuk ditugaskan di daerah pedesaan yg biasa disebut Mantri Cacar.
          Di rumah sakit, biasanya para mantri dianggap sebagai orang yg telah cukup berpengalaman yg disebut sebagai Verpleger . Mereka dianggap mampu untuk melaksanakan berbagai tindakan dan pengobatan terhadap penyakit tertentu, dan pada kasus yg sulit mereka diperbolehkan merujuk pasien ke rumah sakit yg lebih besar yg dilayani oleh dokter-dokter yg sering disebut Dokter Belanda.

Keperawatan Semi Profesional
            Pendidikan khusus keperawatan dg sistem magang bagi lulusan sekolah dasar selama 4 tahun, mulai diselenggarakan. Para siswa yg berhasil menyelesaikan pendidikan khusus ini akan mendapatkan gelar sbb :
1. Diploma   A1 : Perawat umum
2. Diploma   B1  : Perawat jiwa
            Pendidikan perawat dg dasar sekolah menengah pertama diberikan kepada siswa berkebangsaan Belanda dan Indo Eropa dg gelar diploma A untuk keperawatan umum dan diploma B untuk keperawatan jiwa.

Keperawatan Preventif
            Pada tahun 1925, seiring dg perkembangan tehnologi yg terjadi di eropa, fokus utama keperawatan ditujukan kepada upaya preventif.Pemerintah Belanda pada waktu itu menganggap bahwa sanitasi dan penyuluhan kesehatan sangat penting untuk mencegah terjadinya wabah suatu penyakit. Disamping itu telah muncul kesadaran bahwa tindakan kuratif hanya bersifat sementara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat pada umumnya sangat minimal. Untuk mendukung upaya ini, didirikanlah Dienstder Volks Gezondheid, Suatu lembaga pelayanan kesehatan masyarakat, dan sekolah mantri kesehatan di Purwokerto pada tahun 1937 dg kurikulum utama pendidikan kesehatan untuk penduduk desa. Situasi ini terus berlanjut sampai bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1945.

Menuju Pelayanan Keperawatan Profesional
            Pada tahun 1945, pelayanan keperawatan Indonesia berkembang ke arah pelayanan keperawatan profesional. Sekolah Pengatur Rawat (SPR) dan sekolah bidan didirikan untuk menyiapkan tenaga perawat di rumah sakit besar, balai pengobatan dan BKIA. Tenaga perawat dan bidan ini berasal dari sekolah menengah pertama ditambah dg pendidikan khusus selama tiga tahun. Di samping itu telah dibuka sekolah guru perawat dan guru bidan
            Dalam persiapan ke arah profesional maka pada tahun 1974 dibentuk organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Organisasi ini berawal dari Reuni alumni sekolah guru perawat, guru bidan dan pemelihara kesehatan masyarakat pada tahun 1967 di Bandung.

Keperawatan Profesional di Indonesia
            Pada tahun 1983 melelui Lokakarya Nasional Keperawatan yg diselenggarakan oleh departemen pendidikan dan kebudayaan, departemen kesehatan RI, dan DPP PPNI, telah ditetapkan defenisi mengenai tugas dan fungsi perawat di Indonesia.
            Dari  hasil lokakarya tersebut dikembangkan pendidikan perawat setingkat akademi (DIII), sarjana (SI ), pasca sarjana (S2), serta DIV di Indonesia. Sejak tahun 1992 melalui UU No. 23 tentang kesehatan  maka keberadaan, profesionalisasi, dan badan ilmu keperawatan telah diakui oleh pemerintah. Dengan pengakuan ini, profesionalisasi dan pendidikan keperawatan dapat berkembang sampai ke jenjang S3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar